You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Bitingan
Bitingan

Kec. Sale, Kab. Rembang, Provinsi Jawa Tengah

Pelatihan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Digelar di Desa Bitingan

Adm 08 Mei 2025 Dibaca 416 Kali
Pelatihan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Digelar di Desa Bitingan

Bitingan, 7 Mei 2025 — Dalam rangka meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam memberikan layanan kesehatan masyarakat, Pemerintah Desa Bitingan menyelenggarakan Pelatihan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) pada Rabu, 7 Mei 2025 bertempat di Balai Desa Bitingan.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Bitingan, Bapak Sutamir, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader Posyandu yang selama ini telah aktif mendukung program kesehatan desa. “Kader Posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan dasar di masyarakat. Melalui pelatihan ini, saya berharap keterampilan dan semangat pelayanan semakin meningkat,” ujar beliau.

Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan dari Kecamatan Sale, yaitu Bapak Suryanto selaku Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Bapak Sirojudin sebagai Pendamping Lokal Desa (PLD). Dalam sambutannya, Bapak Suryanto menekankan pentingnya sinergi antara kader Posyandu, bidan desa, dan pemerintah desa dalam mensukseskan layanan primer yang terintegrasi. “Program ILP adalah upaya memperkuat pelayanan dasar agar lebih menyeluruh dan berkelanjutan. Ini bagian dari transformasi sistem kesehatan nasional,” jelasnya.

Peserta pelatihan berjumlah 21 orang kader Posyandu, serta dihadiri oleh Bidan Desa Bitingan, Ibu Emy Widyapuspita. Materi pelatihan disampaikan oleh dua narasumber dari Puskesmas Sale, yakni Bapak Fatoni dan Bapak Ayon Friday.

Bapak Fatoni memberikan materi tentang keterampilan dasar kader Posyandu, meliputi pemantauan tumbuh kembang balita, pencatatan dan pelaporan kegiatan, serta pentingnya edukasi kepada ibu-ibu balita. Ia menekankan bahwa kader harus mampu menjadi penggerak sekaligus penyuluh kesehatan di lingkungan sekitarnya. “Data yang dicatat oleh kader menjadi dasar intervensi layanan kesehatan. Oleh karena itu, akurasi dan ketelitian sangat penting,” ungkapnya.

Selanjutnya, Bapak Ayon Friday menyampaikan materi pengelolaan Posyandu yang efektif dan berkelanjutan, serta memberikan pelatihan keterampilan melalui peragaan langsung. Dalam sesi praktik, peserta diajak untuk melakukan simulasi pelayanan Posyandu mulai dari penimbangan balita, pencatatan data, hingga konseling dasar. Hal ini dimaksudkan agar para kader dapat menerapkan langsung pengetahuan yang diperoleh di lapangan.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab, di mana para peserta aktif berdiskusi dan berkonsultasi mengenai berbagai permasalahan teknis yang mereka hadapi selama menjalankan tugas. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada narasumber.

Pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat peran kader Posyandu dalam mendukung program kesehatan ibu dan anak serta meningkatkan kualitas pelayanan di tingkat desa secara keseluruhan.

~eRSe~

Kabar Rembang